fbpx

Kain Ulos Kebanggaan dan Harapan Suku Batak

“Ijuk pengihot ni hodong, Ulos penghit ni halong”

Filsafat Batak tersebut memiliki arti ijuk pengikat pelepah pada batang, ulos pengikat kasih sayang di antara sesama. Ulos memang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat suku Batak dan selalu ada menyertai di setiap acara adatnya hingga menjadi simbol untuk berbagai aspek dalam kehidupan orang Batak.

Suku Batak mengenal kain ulos sejak abad ke-14, semenjak masuknya alat tenun dari India. Ulos awalnya dipakai sebagai kain penghangat oleh para nenek moyang suku Batak yang tinggal di pegunungan, dari sinilah ulos menjadi simbol kehangatan bagi suku Batak. Selain itu ulos juga berperan sebagai alat untuk mengenal silsilah leluhur dari berbagai marga. Karena setiap marga mempunyai desain ulos yang berbeda.

Ulos juga menjadi simbol restu dan kasih sayang dari orang tua kepada anaknya. Sehingga di pernikahan adat Batak ada tradisi mangulosi atau memberi ulos. Ulos yang disematkan ini membawa banyak cerita dan nilai-nilai dari leluhur keluarga. Biasanya pengantin perempuan akan diberi ulos Gabe-Gabe sebagai lambang pemberian berkat dari kedua orang tuanya. Ada pula tradisi pemberian ulos Passamot dari orangtua pengantin perempuan untuk orang tua pengantin laki-laki. Pengantin baru juga biasanya mendapatkan ulos Ragi Hotang, dengan harapan agar pasangan pengantin baru memiliki ikatan batin yang kuat.

Masih banyak ragam jenis ulos dengan makna, acara, motif, dan corak yang berbeda pula. Misalnya ulos mangiring yang biasa diberikan kepada anak pertama yang baru lahir sebagai lambang kesuburan dan kekompakan. Ada juga ulos Pinuncaan, yang dulu biasa digunakan oleh raja-raja adat dalam berbagai acara. Ulos pinuncaan adalah jenis ulos yang paling mahal, karena terbuat dari lima bagian yang ditenun secara terpisah kemudian disatukan menjadi selembar kain ulos.

Keberagaman jenis ulos tersebut memperlihatkan betapa kayanya budaya Indonesia, sangat mengagumkan ya. Ulos juga telah resmi ditetapkan sebagai salah satu warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tanggal 17 Oktober 2014.

Setahun setelahnya, yaitu di 17 Oktober 2015, Kemendikbud menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai
Hari Ulos Nasional.

Kini kecantikan kain tradisional kebanggaan suku Batak ini sudah semakin dikenal oleh dunia. Kain ulos dengan berbagai motifnya telah dikreasikan menjadi berbagai produk lain, seperti produk fesyen hingga dekorasi rumah. Produk-produk ulos bisa kamu temukan di Beli Kreatif Danau Toba dan tentunya sangat cantik untuk dipakai sendiri ataupun dijadikan kado. Untuk cek katalognya bisa melalui link ini ya:
https://belikreatifdanautoba.belikreatiflokal.id/e-catalogue/

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin