fbpx

Puluhan Pelaku Ekraf Danau Toba Asah Skill Melalui Bimtek Kemenparekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya meningkatkan kemampuan penjualan dan pemasaran pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Danau Toba secara digital melalui bimbingan teknis (bimtek).

Bimtek tersebut berlangsung sehari pada 21 April 2021, di Hotel Labersa, Balige Kabupaten Toba, Sumatera Utara, dihadiri Koordinator Pemasaran Fesyen, Desain dan Kuliner Kemenparekraf, Andi Ruswar, Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak dan 50 pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba.

Bimtek ini sebagai bentuk nyata peran Kemenparekraf dalam peningkatan kemampuan di bidang pemasaran digital, trust and branding identity serta pemahaman pajak untuk menguatkan pelaku ekraf. Harapannya para pelaku ekonomi kreatif dapat menjalankan bisnisnya lebih baik dan berkembang pesat bukan hanya penjualan konvensionalnya, melainkan penjualan melalui media online-nya juga dan sebagai bentuk digitalisasi ekonomi kreatif.

Ditambahkan Andy Ruswar, Bimtek Beli Kreatif Danau Toba bertujuan meningkatkan level bisnis pelaku ekraf dan menghasilkan pelaku ekraf yang potensial, berkualitas dan siap dipasarkan.

“Beli Kreatif Danau Toba merupakan bentuk bantuan Kemenparekraf terhadap pelaku kreatif yang terdampak Covid-19. Ini juga upaya untuk memperkuat Danau Toba sebagai destinasi super prioritas, maka kita turut membantu pelaku ekrafnya,” ujar Andy.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak mengatakan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf yang telah melaksanakan Bimtek Beli Kreatif Danau Toba.

“Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba telah dilaksanakan di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi pada 22 Pebruari 2021,” ujar Tonny.

Ditambahkan Tonny Simanjuntak, Beli Kreatif Danau Toba juga untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap pembelian produk Sumatera Utara, khususnya dari kawasan Danau Toba. Melalui Bimtek Beli Kreatif Danau Toba ini, para peserta pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya untuk mendukung pemasaran produknya melalui digital marketing. Seperti marketplace untuk meningkatkan omzet para pelaku kreatif.

“Pelaku kreatif dapat naik kelas dengan menatap peluang yang ada. Untuk itu kami harapkan pelaku ekonomi kreatif dapat kreatif, inovatif dan produktif dengan melakukan peningkatan kualitas, peningkatan kuantitas serta melaksanakan kontinuitas produknya,” kata Tonny.

Tonny mengatakan selama satu bulan program Beli Kreatif Danau Toba diluncurkan, sudah terlihat perkembangan yang menggembirakan. Kendala dari segi penjualan di lapangan tidak terlalu terasa, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan penjualan selama program berjalan. Bahkan perkembangan penjualan bukan hanya peningkatan omzet, tapi juga penambahan aset digital dalam penjualan. Seperti sosial media yang digunakan untuk penjualan dan marketplace yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, sebelumnya satu menjadi dua dan seterusnya.

Sementara itu, bimtek kali ini merupakan yang ketiga dan menjadi program berkelanjutan supaya pelaku keraf terus termotivasi untuk menjual produk mereka meski kondisi ekonomi belum pulih. Selain program digitalisasi pemasaran, bimtek juga memberikan pengetahuan perpajakan bagi para pelaku ekraf.

“Kerap para pelaku usaha merasa kok belum apa-apa sudah dikejar pajak. Tapi kalau kita sudah mempunyai NPWP atau membayar pajak, maka database sudah masuk yang nantinya akan kita pakai untuk pembinaan,”imbuh Andy Ruswar.

Seorang pelaku ekraf Toba, Julina Marta Hutapea (39), pemilik Dapur Dainang yang memproduksi Sambal Mie Gomak, Hare Toba dan The Sasagun mengatakan sangat terbantu dengan adanya Bimtek Beli Kreatif Danau Toba ini.

“Saya semakin memahami pentingnya pemasaran produk secara digital untuk meningkatkan omzet ekraf. Selama ini memang sudah saya lakukan penjualan secara online menggunakan media Facebook dan Instagram pribadi, namun hasilnya belum maksimal,” katanya.

Marta juga mengatakan dengan bimtek tersebut, dirinya semakin memahami peluang pengembangan usaha lewat digitalisasi yang semakin terbuka lebar dengan banyaknya sarana marketplace yang bisa dimanfaatkan pelaku ekraf untuk memasarkan produknya.

Sumber : https://www.hariansib.com/detail/Marsipature-Hutanabe/Puluhan-Pelaku-Ekraf-Danau-Toba-Asah-Skill-Melalui-Bimtek-Kemenparekraf

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Recent News